Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Featured Posts

Senin, 03 Maret 2014

Sejarah Old Trafford

Manchester United adalah salah satu tim sepakbola terbaik di Dunia. Maka tak heran jika mereka mempunyai kandang yang tak kalah terbaiknya di Dunia, Old Trafford, ituah nama stadion kebanggan klub Manchester united United dan kebanggan seluruh pendukung manchester united. Di situlah para suporter menyanyikan lagu Glory glory Manchester United. Dan disitu pulalah Tim Manchester united membangun mimpinya

Stadion ini mempunyai sejarah yang sangat panjang, Stadion milik manchester united ini dibangun sekitar 32 tahun setelah klub manchester berdiri. Pada awalnya Para pemain Manchester united hanya bermain di lapangan kecil di North Road di dekat stasiun kereta api Piccadily, kemudian pindah ke lapangan Bank Street, Dan barulah setelah 32 tahun atau tepatnya setelah mendapat trophi divisi 1 pertama mereka, mereka baru memakai stadion kebanggan ini. Partai Manchester United pertama yang dilakoni di Stadion ini adalah saat melawan Liverpool 19 Februari 1910.


"The Theatre of Dreams", begitulah sir Bobby Charlton menyebut stadion ini. Stadion kebanggan milik tim sepak bola Manchester United ini memang bagaikan sebuah lapangan panggung drama yang sudah menyajikan beribu-ribu bahkan berjuta-juta aksi manchester united dalam mengarungi ketatnya dunia persepakbolaan. Sudah tak terhitung sudah berapa ratus bintang yang terlahir di Sini.

Stadion yang dinobatkan sebagai stadion klub terbesar di Inggris ini merupakan salah satu stadion sepakbola bersejarah di Dunia.Stadion yang diresmikan pada 19 Februari 1910 ini merupakan stadion yang megah dan sangat besar di masanya. Hal ini menjadikanya stadion terkemuka di Inggris sebagai stadion yang menggelar pertandingan-pertandingan penting, apalagi saat itu stadion nasional Inggris Wembley belum dibangun. Stadion ini kemudian menjadi impian setiap pemain sepakbola untuk dapat tampil di sana

Stadion ini selalu menyuguhkan drama hebat di hampir setiap pertandingan. Impian-impian sepak bola melambung dan berkecamuk di arena ini. Bagi MU, Old Trafford bagaikan taman impian. Karena itu pula, Bobby Charlton menyebutnya teater impian

Meski begitu, Old Trafford juga menjadi simbol kepedihan Manchester, juga rakyat Inggris. Pada Perang Dunia II, stadion ini termasuk menjadi sasaran bom oleh Jerman. Tepatnya 11 Maret 1941.
Kontan saja, stadion itu berantakan dan tak bisa dipakai. Markas MU pun akhirnya pindah, menumpang markas Manchester City, di Maine Road. Parahnya, perang juga diikuti inflasi, hingga MU kesulitan membangun kembali stadion kebesarannya.


Butuh waktu nyaris 9 tahun untuk kembali menghidupkan kembali Old Trafford. Praktis, dalam delapan musim Liga Utama Inggris absen ddi Old Trafford. Berkat semangat keluarga Edwards (pemilik klub), stadion itu terbangun juga.
Sejak itu, renovasi terus dilakukan. Kapasitas stadion pun naik turun. Setelah kasus tragedi di Stadion Hillsborough, 1989, kapastias dikurangi menjadi 45.000, bahkan kemudian 43.000. Kapasitas tersedikit sepanjang sejarah Old Trafford.
Namun, ternyata stadion tak mampu menampung antusiasme dan animo publik Manchester, juga penonton lain. Sebab, pertandingan di Old Trafford sudah menjadi bagian dari wisata. Maka, penambahan kapasitas pun terus dilakukan.

Bahkan, MU punya rencana besar. Stadion itu akan dinaikkan kembali kapasitasnya menjadi berkapasitas 96.000. Ini jelas MU ingin mempertahankan keagungan Old Trafford dan menjaga agar stadion tersebut tetap menjadi salah satu tempat paling keramat di Inggris, pun dunia. Sebab, jika rencana itu diwujudkan, berarti kapasitasnya akan melebihi Wembley yang sudah direnovasi menjadi berkapasitas 90.000.

Minggu, 02 Maret 2014

10 pemain terbaik Manchester United




Memilih 10 pemain MU terbaik sepanjang sejarah bukanlah hal mudah karena MU adalah kelab besar dengan sejarah yang luar biasa dan mempunyai banyak deretan pemain bagus dan berkelas. Walaupun begitu, jika diteliti, era yang menonjol selama perjalanan panjang United mulai dari 1878 ketika masih bernama Newton Heath sampai sekarang adalah era Matt Busby yang terkenal dengan Busby Babes nya dan tentu saja era Ferguson karena sebenarnya dia sendirilah yang berada di posisi teratas jika kita bicara tentang legenda secara keseluruhan. Meskipun tentu saja ada banyak pemain hebat lain selain era tersebut, tetapi saya pikir dua era tersebut adalah sesuatu yang sangat tidak bisa kita tinggalkan.

1) Ryan Giggs
Salah satu winger terbaik dalam sejarah MU dan mungkin juga Eropah. The Welsh Wizard adalah pemegang rekod caps terbanyak untuk MU (melewati rekod Bobby Charlton), dan masih aktif bermain sampai saat ini. Winger kidal ini terkenal akan akselerasinya yang cepat menyusup sisi kiri padang dan di usia yang semakin bertambah, dia lebih visioner dengan umpanan yang akurat. Gol menentang Arsenal di semifinal FA Cup tahun 1999 mungkin adalah gol terbaiknya. Berlari membawa bola lebih dari setengah padang setelah memotong umpanan dari Vieira, dia menewaskan 4 pemain Arsenal dan di sudut sempit dia berhasil memperdaya David Seaman diakhir tendangan kencangnya. Selain itu di tahun yang sama dia juga berhasil membuat gol di masa injury time yang menyelamatkan MU dari kekalahan kepada Juventus pada semifinal leg I Champions League di Old Trafford. Giggs merupakan salah satu pemain penting dalam kejayaan MU meraih treble winner di tahun 1999. Giggs sekarang bersama Paul Scholes, sebagai pemain yang tinggal sejak memenangi treble, memimpin barisan muda MU mencuba meraih trofi ke seterusnya Liga Inggris. Giggs juga dinobatkan sebagai pemain terbaik United sepanjang masa dalam polling internasional di tahun 2011  web resmi kelub.


2) Eric Cantona
Cantona adalah pemain yang pintar, flamboyan, dan punya pengaruh sangat penting dalam permainan United. Anda tentu masih ingat tendangan kungfunya kepada seorang penonton sebagai aksi negatif yang melekat padanya, tetapi dia adalah pemain yang istimewa. Cantona menyertai  MU di pertengahan musim 1992/1993, dan membantu MU meraih gelar Liga secara mengejutkan kerana dalam setengah musim sebelum dia datang, MU dalam posisi tertinggal dengan Aston Villa, Blackburn Rovers, dan Queen Park Rangers. Cantona membawa gelar Liga lagi bagi MU di musim berikutnya dan menjadi gandingan maut bersama Mark Hughes dengan di belakangnya ada pemain kreatif macam McClair. Selain gelaran Liga, Cantona juga memenangi FA Cup dan PFA Player of the Year. Kehebatan Cantona ternyata diikuti perangainya yang bengis. Sering mendapat kad merah, pernah meludah kepada seorang penonton, menendang pemain Crystal Palace diikuti dengan kungfu kick nya ke arah penyokong Palace. Cantona dianggap membawa perbezaan di MU, ketika dia tidak sdibenarkan bermain kerana masih dalam tempoh hukuman larangan bertanding, MU kalah dalam perebutan gelaran melawan Blackburn. Di musim berikutnya Cantona comeback ke pertandingan dan kembali membawa United meraih double winner, gelar Liga dan FA cup. Yes, he is the King, membawa United meraih 4 gelar Liga dalam 5 musim (1 musim runner up kerana Cantona menjalani masa hukuman) cukup untuk membuatnya masuk dalam daftar legenda United.


3) George Best
Simply the best. Genius. Pernah mencetak gol enam gol dalam satu pertandingan. Negara asal  Irlandia Utara (negara asal George Best) sering berkata,” Maradona good; Pelé better; George Best”. Pemain ini tahun 1999 masuk di posisi 11 dalam IFFHS European Player of the Century election, dan juga ranking 16 di the World Player of the Century election. Best mengabungkan akselerasi, dua kaki, keseimbangan, dan kemampuan menjaga bola dan kemahiran mengkucar kacirkan pemain lawan yang luar biasa. Bahkan banyak orang mengatakan dia mirip Lionel Messi di masa lampau. Ketika George Best masih berusia 23 tahun, dia sudah bermain sebanyak 300 kali untuk United dan merupakan pemain paling popular di dunia saat itu. Meskipun  di usia 27, tetapi George Best adalah pemain paling berbakat di era Matt Busby, dan dialah the truly Busby Babes. Dia juga seorang superstar di masanya, mirip dengan David Beckham saatnya. Best adalah individu yang berjaya meningkatkan darjat bolasepak dari permainan para pekerja menjadi hiburan masa kini. Salah satu quotesnya yang terkenal adalah: “I once said Gazza's IQ was less than his shirt number and he asked me: "What's an IQ?”
4) Bobby Charlton 

17 tahun menjadi pemain MU dan merupakan pencetak gol terbanyak bagi MU sepanjang masa, 249 gol dari 758 pertandingan. Bobby Charlton juga merupakan kunci penting MU meraih gelaran European Cup atau sekarang lebih dikenali dengan Champions League di tahun 1968, mengikuti gelaran Liga di tahun sebelumnya. Rata-rata gol nya mungkin bukan yang paling bagus, tetapi dia adalah figure penting dalam kejayaan MU meraih kejayaan di waktu itu. Dia juga pemegang rekod penampilan terbanyak kedua untuk MU di bawah Ryan Giggs. Pemenang Ballon D’Or tahun 1966, di tahun yang sama dia menjadi skuad Inggris yang berhasil memenangi Piala Dunia, satu-satunya gelaran major bagi Inggeris yang pernah mereka dapat. Ada sedikit cerita menarik ketika MU melawan Munchen di final Champions League 1999. Bobby Charlton sudah meninggalkan bangku penonton ketika pertandingan memasuki minit ke 90. Ketika dia berada di luar, dia mendengar sorakan penonton dan tahu bahwa United berhasil menyamakan kedudukan. Sir Bobby berusaha cepat-cepat kembali lagi ke bangku penonton tetapi ternyata ada sorakan lagi sesaat sebelum dia masuk ke pertandingan dan dia menyedari bahwa dia ketinggalan dua gol dan telah merubah  kedudukan  United mendahului 3-2.


5) Christiano Ronaldo

Ronaldo adalah fenomena. Dia dibeli kerana penampilan luar biasanya ketika MU menghadapi kelab nya ketika itu, Sporting Lisbon, dalam sebuah pertandingan persahabatan yang dimenangi Sporting dengan jaringan 3-1. Ronaldo sendiri mencetak 2 gol untuk kemenangan Sporting. Dalam perjalanan pulang, para pemain United membicarakannya dan akhirnya kemudian dia dibawa ke Old Trafford pada tahun 2003 untuk mewarisi nombor 7 milik David Beckham. Tidak diragukan lagi, dia adalah salah satu talent terbaik milik MU. Sebagai seorang winger, Ronaldo sangat tajam. Dia bisa mencetak gol melalui kepala, kaki kanan, maupun kaki kirinya. Seorang eksekutor pinalti dan tendangan bebas yang mengelirukan, pecutan yang sangat cepat di padang. Bahkan ketika dia masih membawa bola, selain itu kemampuannya mengelecek pemain lawan membuat kelab lain selalu menampilkan Ronaldo dengan dua pemain ketika dia membawa bola. Tahun 2008 adalah tahunnya Ronaldo. Dia seolah memenangkan semuanya sendirian. Membawa pulang semua gelar individual dan membawa United meraih duoble winner (Premier dan Champions League). Ronaldo meninggalkan United tahun 2009, memecahkan rekod perpindahan dunia bernilai 80 juta pound dan memulakan karier baru bersama di Real Madrid.


6) Paul Scholes
Jika dalam dunia bolasepak ada istilah tentang fantastik, maka di MU bagi saya Scholes adalah orangnya meskipun dia bukanlah seorang attacking midfielder atau free role yang lazim bagi seorang Fantastik.  Seorang passer dan penghantar bola yang bagus, umpan side to side maupun satu dua sentuhan, box to box, dan shooter jarak jauh yang spesial. Saya selalu teringat gaya klasik 4-4-2 monoton MU dimana Scholes sering memberi umpan diagonal area kepada Giggs di sisi kiri ataupun Beckham di sisi kanan dengan sangat tepat. Scholes adalah idola Xavi muda, dan di usianya yang sudah 38 tahun, kemampuannya masih  yang terbaik di antara semua pemain MU meskipun fisizal, stamina, power, dan shoot jarak jauhnya sudah menurun.
7) David Beckham 



David Robert Joseph Beckham atau yang lebih dikenal dengan nama David Beckham , lahir pada tanggal 2 Mei tahun 1975 di Leytonstone, London, inggris. Dia merupakan pemain sepakbola Inggris yang saat ini main di klub Amerika Serikat "Los Angeles Galaxy".

David Beckham mengawali karier sepak bolanya pada tahun 1994, Beckham masuk ke skuad senior Manchester United. Beckham pernah bermain untuk Manchester United, Real Madrid,  AC Milan, serta tim nasional Inggris. Selain itu, Pria yang terkenal dengan tendangan bebasnya ini,  pernah bermain sebagai pemain pinjaman untuk Preston North End di tahun 1995, dan AC Milan di tahun 2009 dan 2010.

Pada tanggal 1 September 1996 merupakan penampilan perdananya untuk Timnas Inggris dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia melawan Moldova. Pada Piala Dunia 1998, Beckham tidak bermain di dua pertandingan awal tetapi ia main ketika Inggeris menghadapi Kolombia dan ia mencetak 1 gol. Di Piala Dunia 2002, dia bermain di seluruh pertandingan.  Di Piala dunia 2006 , Beckham masih bermain untuk Pasukan England sebagai Kapten Pasukan.

Prestasi yang Pernah Diraih :

Manchester United
Premier League (6): 1995–96, 1996–97, 1998–99, 1999–2000, 2000–01, 2002–03
FA Cup (2): 1995–96, 1998–99
UEFA Champions League (1): 1998–99
Intercontinental Cup (1): 1999
FA Community Shield (4): 1993, 1994, 1996, 1997
FA Youth Cup (1): 1992



8) Roy Keane
Roy Keane, dia adalah jenis pemain yang akan diperlukan semua manager/pemain di dunia ini untuk ditempatkan di bahagian tengah. Dia tidak pernah kalah dari pertandingan, ball winner, mengendali bahagian tengah dengan sangat luar biasa, dan kadang mencetak gol penting. Pemain ini tidak pernah sepi dari kontroversi dan  sering mendapat kad merah. Walaupun begitu, Roy Keane selalu memberikan 100 percent sewaktu bermain. Perlawanan yang paling banyak diingat orang adalah ketika melawan Juventus di semifinal Liga Champions tahun 1999, dia bermain luar biasa dan berhasil membawa MU merubah kedudukan dengan skor 3-2 setelah tertinggal 2-0. Lampard pernah berkata kalau pemain yang paling dia takuti adalah Keane. Lampard akan lebih memilih cepat-cepat memasing bola daripada harus berhadapan dengan Roy Keane.


9) Peter Schmeichel
The Great Dane. Keeper terbaik yang pernah dimiliki MU dengan fizikalnya yang tinggi besar dan aksi-aksi menyelamatnya yang spectaculer. Bermain dari tahun 1991-1999 untuk MU dengan total 292 pertandingan di Liga. Schmeichel di tahun 1992 dan 1993 terpilih sebagai “The World’s Best Goalkeeper”. Schmeichel juga mempunyai catatan clean sheet ratio yang paling tinggi dalam sejarah Premier League dengan 46% dari total bermain yang berakhir dengan tanpa kecacatan. Dia menutup karier di United dengan gemilang, meraih treble di tahun 1999 dan juga menjadi kapten di final Champions League melawan Munchen yang dimenangi MU dengan sangat dramatis. Aksi menyelamatnya ketika melawan Arsenal pada semifinal FA Cup di musim 1998/1999 mungkin yang paling banyak dikenal dan diingat orang. Dia mementahkan tendangan pinalti Dennis Bergkamp di injury time babak kedua yang membawa pertandingan ke extra time dan kemudian gol spectaculer Giggs membawa kemenangan MU.
10) Wayne Rooney


Pemain kelahiran 24 Oktober 1985 ini menjelma menjadi striker yang menakutkan. Penampilan ciamik bersama Manchester United, terutama musim 2007 & 2009, membuatnya sangat dibayangkan England untuk mengulang prestasi di Piala Dunia 1966 di negerinya sendiri.

Di kelabnya dengan kehadiran Cristiano Ronaldo membuat  Alex Ferguson amat teruja. Mereka selalu mengkucar kacir pertahanan lawan. Kelincahan, gelicikan, dan naluri pembunuh hampir selalu mencetak gol dalam setiap perlawanan.

Rooney dibesarkan di persekitaran  Liverpool's Croxteth district. Ia menghabiskan waktu kecilnya untuk main bola. Dia adalah pelapis Everton. Bekas pemain Everton, Duncan Ferguson adalah striker kegemarannya.

Pada usia sembilan tahun dia sudah berlatih di akademi Everton. Setelah itu, ia memperkuat Everton U- 15 dan 19. Pada Oktober 2002, ia merakamkan penampilan di Liga Primer Inggeris. Satu tendangan jarak jauh memberi Everton kemenangan atas Arsenal. Ia menjadi pencetak gol paling muda di Liga Inggeris.

Dia kemudian hijrah ke Manchester United dengan yuran perpindahan harga 26,5 juta euro. perpindahan ini setelah Rooney bermain di Piala Eropa 2004. Di kelab berjuluk Red Devil ia menjadi bintang dalam pembikinan dan menjadi pemain paling terkenal. Bahkan di bawah bimbingan Fabio Capello, Rooney mencetak gol sembilan gol dari 10 perlawanan. Paling produktif sepanjang massa.

Suami dari Coleen McLoughlin in terkenal tamperemental. Gaya mainnya gelicikan  membuat ia kerap cedera. Pada Piala Dunia 2010 di Jerman, ia cedera menjelang akhir perlawanan. Rooney adalah pengemar novel Harry Potter. Ia membaca seluruh buku karya JK Rowling tersebut.

Sejarah Manchester United

Cikal bakal Manchester United bermula pada 1878. Pada awalnya klub ini bernama Newton Heath Lancashire and Yorkshire Railway F.C, sebagai tim karya Lancashire dan Yorkshire, stasiun kereta api di Newton Heath. Tim ini pada awalnya hanya bermain melawan departemen lain di perusahaan kereta api.
Newton Heath tahun 1891


Newton Heath Lancashire and Yorkshire Railway lalu bergabung dengan Football Alliance dan berkompetisi pada musim 1892-93 di Divisi I (setara Premier League saat ini). Klub ini meringkas namanya menjadi Newton Heath FC. Setelah dua musim, mereka harus terdegradasi ke Divisi II.

Pada Januari 1902 Newton Heath nyaris bangkrut karena memiliki hutang yang cukup banyak. Saat itu kapten tim, Harry Stafford bertemu dengan empat pebisnis termasuk John Henry Davies. Davies akhirnya mau menanamkan modal pada tim dan menjadi pemimpin klub. Akhirnya, tepat pada 24 April 1902 Newton Heath berganti nama menjadi Manchester United. Davies juga memutuskan untuk mengganti warna tim dan terpilihlah warna merah dan putih sebagai warna tim Manchester United.

MU lalu promosi ke Divisi I setelah menjadi runner-up 1905-06. Pada 1907-08 MU untuk pertama kalinya menjadi juara Divisi I. Kesuksesan itu dilengkapi dengan gelar Charity Shield pada tahun yang sama.

Red Devils ? julukan MU ? baru bisa kembali menjadi juara pada 1910-11. Pada saat itu MU mulai menggunakan Stadion Old Trafford. Namun, sekretaris klub Ernest Mangnall memutuskan untuk hengkang ke Manchester City. Tanpa Mangnall, selama 41 tahun MU tak meraih 1 gelar pun, bahkan mereka harus naik-turun divisi.

Pada 1922, MU harus terdegradasi setelah 10 tahun bermain di Divisi I. Mereka naik divisi lagi tahun 1925, tetapi kesulitan untuk masuk jajaran papan atas Divisi I. MU bahkan harus terdegrasi ke Divisi II pada tahun 1931. United meraih mencapaian terendah sepanjang  sejarahnya yaitu posisi 20 klasemen Divisi II pada 1934.

Matt Busby(mengangkat trofi) saat MU menjuarai Divisi 1

Kedatangan Sir Matt Busby sebagai manajer tim pada 1945 mengubah peruntungan MU. Dia memberikan hal yang berbeda untuk MU. Busby menunjuk tim sendiri, memilih pemain yang akan direkrut sendiri dan menentukan jadwal latihan para pemain sendiri. Ternyata kebijakan Busby berbuah manis. Setahap demi setahap MU berhasil disulap dari tim yang sering naik turun divisi menjadi tim papan atas yang selalu bersaing merebut gelar juara.


Busby sukses membawa MU merebut juara Divisi I pada 1951-52, gelar perdana sejak 1910-11. Kegemilangan MU berlanjut pada musim 1955-56. MU kembali menjadi juara liga dengan rata-rata pemain hanya berusia 22 tahun dan mencetak 103 gol. Musim selanjutnya, Red Devils kembali menjadi juara liga dan menembus final Piala FA sebelum dikalahkan Aston Villa. MU tercatat sebagai tim Inggris pertama yang berpartisipasi di Piala Champions. Dalam partisipasi pertamanya, MU sempat membantai juara Belgia, Anderlecht dengan skor 10-0 yang merupakan kemenangan terbesar sepanjang sejarah mereka.

Pada 6 Februari 1958, tragedi menghampiri MU. Usai kemenangan melawan tuan rumah Red Star Belgrade di perempatfinal Piala FA, pesawat British European Airways yang membawa para pemain MU hendak mendarat di Munich untuk mengisi bahan bakar. Naas, pesawat itu mengalami kecelakaan saat hendak mendarat. Peristiwa yang terkenal dengan tragedi Munich itu merenggut nyawa 8 pemain tim - Geoff Bent, Roger Byrne, Eddie Colman, Duncan Edwards, Mark Jones, David Pegg, Tommy Taylor dan Liam "Billy" Whelan - dan 15 penumpang lainnya, termasuk beberapa staf United, Walter Crickmer, Bert Whalley dan Tom Curry.

Beruntung, Matt Busby selamat dari kecelakaan itu. Dia lalu kembali membangun tim. Kerja keras Busby berbuah hasil dengan gelar Piala FA pada 1963. MU lalu melengkapi kejayaan dengan gelar Divisi I pada 1965-67. Masa emas Matt Busby di MU mencapai puncaknya pada musim 1967-68. MU berhasil menjadi juara Piala Champions dengan menaklukkan Benfica 4-1 di partai puncak. Mereka menjadi klub Inggris pertama yang merebut gelar bergengsi tersebut.

Matt Busby lalu mengundurkan diri pada tahun 1969. Pasca ditinggal Busby, MU sulit bersaing merebut gelar juara. Mereka bahkan harus terdegradasi pada 1974. MU akhirnya kembali meraih gelar pada 1977, menjuarai Piala FA dengan mengalahkan Liverpool di partai puncak. MU kembali menjuarai Piala FA pada 1983 dan 1985, namun masih kesulitan untuk menjadi yang terbaik di liga.

Kedatangan Sir Alex Ferguson pada 1986 membuat MU kembali menjadi klub yang disegani. Sempat tak meraih gelar selama 4 tahun, Ferguson akhirnya membawa MU menjuarai Piala FA pada 1990. Kemenangan itu menjadi awal bagi gelar-gelar MU selanjutnya di era Ferguson.

Ferguson membawa MU mendominasi Liga Inggris sejak era Premier League. Red Devils berhasil menjadi juara pada 1992-93, 1993-94, 1995-96, 1996-97, 1998-99, 1999-2000, 2000-01, 2002?03, 2006-07, 2007-08, 2008-2009, 2010-2011, 2012-2013 berkat tangan dingin manajer asal Skotlandia ini.

Musim 1998-99 bisa dibilang sebagai puncak kesuksesan Fergie di MU. Dia membawa MU menjadi satu-satunya tim Inggris yang merebut treble winners, yakni Piala FA, Liga Champions dan Premier League. Kini setelah Ferguson pensiun, MU menunjuk menejer Everton, David Moyes sebagai manajer baru MU.
 
Ferguson(mengangkat Trofi) saat MU menjuarai EPL 2012-2013

Prestasi Manchester United
 
Liga
Divisi I (sampai 1992) dan Premier League: 20
1907?08, 1910?11, 1951-52, 1955-56, 1956?57, 1964?65, 1966-67, 1992-93, 1993-94, 1995-96, 1996-97, 1998-99, 1999-2000, 2000-01,  2002?03, 2006-07, 2007-08, 2008-2009, 2010-2011, 2012-2013
Divisi II: 2
1935-36, 1974-75

Piala
Piala FA: 11
1909, 1948, 1963, 1977, 1983, 1985, 1990, 1994, 1996, 1999, 2004
Piala Carling: 4
1991-92, 2005-06, 2008-09, 2009-10
FA Charity/Community Shield: 19 (4 kali juara bersama)
1908, 1911, 1952, 1956, 1957, 1965*, 1967*, 1977*, 1983, 1990*, 1993, 1994, 1996, 1997, 2003, 2007, 2008, 2010, 2011. (* juara bersama)

Eropa
Liga Champions: 3
1968, 1999, 2008
Piala Winners: 1
1991
Piala Super: 1
1991

Internasional
Piala Intercontinental: 1
1999
Piala Dunia Antarklub FIFA: 1
2008